Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi masih mempercayai tes swab polymerase chain reaction (PCR) sebagai acuan. Itu makanya, wilayah yang dipimpinnya belum menyediakan rapid antigen bagi warga yang ingin melakukan tes.
“Masih kita pertimbangkan untuk menggunakan metode rapid antigen, salah satunya untuk mengantisipasi libur natal dan tahun baru,” kata Rahmat, 23 Desember 2020.
Baca juga: Hati-hati, Langgar Prokes di Bekasi Sebentar Lagi Kena Denda
Rahmat menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Bekasi masih memiliki tes swab PCR yang diyakini masih akurat. Apalagi, tes itu terbilang cepat, dua sampai tiga jam selesai.
Apalagi, penyediaan fasilitas rapid dan tes swab itu diberikan secara gratis untuk masyarakat luas. Sebab, alokasi anggaran penyediaan fasilitas rapid dialokasikan pada APBD di biaya tak terduga. “Untuk rapid tes dan tes swab dianggarkan dalam digit BTT di APBD,” katanya.
Baca juga: Catat! Lebih dari Lima Orang Berkerumun di Bekasi Bakal Ditangkap
Bukan itu saja, Rahmat mengaku, pihaknya sudah menempatkan alat pengecekan itu ke sejumlah fasilitas kesehatan seperti Puskesmas. Sehingga, masyarakat hanya datang ke lokasi dan bebas biaya.
Seperti yang diketahui, penetapan rapid antigen ini mulai mencuat setelah sejumlah tujuan wisata seperti Jakarta dan Bali meminta masyarakat yang berkunjung ke wilayah itu harus menunjukan surat rapid antigen. (dan)









