Kamis 2 Juli 2020, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mitra Karya tiba-tiba menyegel kantor Dinas Pendidikan di Jalan Lapangan Tengah, Margahayu, Bekasi Timur.
Penyegelan mahasiswa di akses pintu masuk itu buntut kekecewaan terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun 2020. Sebab, dalam pelaksanaannya, petunjuk dan tekhnisnya masih carut marut.
“Kami melihat masih banyak orangtua siswa yang harus kelelahan mengurus anaknya agar bisa sekolah. Padahal, sistemnya sudah online,” kata kordinator aksi, Yusril, Kamis 2 Juni 2020.
Yusril mengaku, sejauh ini pelaksaan PPDB online masih jauh dari harapan. Sosialisasi soal pelaksanaan masih dianggap lemah. “Jadi warga masih kurang paham cara mendaftar. Seharusnya, pemerintah daerah terjun langsung memberikan informasi yang jelas,” imbuhnya.
Pantauan di lapangan, pintu gerbang masuk ke kantot Dinas Pendidikan Kota Bekasi disegel. Alhasil, aksi itu membuat cukup kemacetan di ruas jalan Multiguna, Bekasi Timur.
Beruntung dalam aksi ini tidak sampai berujung bentrok fisik. Sehingga, beberapa jam kemudian mahasiswa membubarkan diri. “Kami akan kembali lagi, dengan jumlah yang besar, bila Disdik masih cuek atas PPDB online,” tutupnya. (dan)








