Usai ditemukannya korban positif Demam Berdarah Dengue (DBD), warga di Perumahan Griya Asri II RW 51 menggelar fogging. Pembasmian jentik nyamuk itu dilakukan di tengah pandemi Covid-19.
Direktur CV Sinta Kreasi Indonesia, Sinta, menjelaskan bahwa fogging yang dilakukan ini untuk membunuh jentik-jentik nyamuk yang ada di sekitar rumah warga. Fogging ini berkat kerjasama dengan PT Deltomed Laboratories.
Baca juga: Wali Kota Bekasi Hadiri Pembukaan FGD Penanganan Orang Miskin
“Tindakan fogging sendiri dilakukan untuk mencegah penyebaran nyamuk aedes aygepti yang dilaksanakan setiap tahunnya saat terjadi pergantian musim untuk menjaga kesehatan masyarakat,” jelas Sinta.
Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
Di tempat yang sama, Ketua RW 51, Hadiyanto mengatakan fogging yang di lakukan sangat membantu warga untuk pencegahan DBD.
Baca juga: Dokumen Tindak Pidana Korupsi Kota Bekasi, Kapuspen Kejagung RI: Insya Allah Aman
“Warga kita terkena DBD satu orang, alhamdulilah dia sudah sembuh. Dengan adanya Fogging ini dapat mencegah kembali DBD,” jelasnya.
Di daerah lain, tepatnya di RW 11 Kelurahan Medan Satria, Kota Bekasi juga ikut menggelat fogging. Penyemprotan ini dilakukan ke sejumlah lingkungan warga. “Kami ingin mengantisipasi wabah DBD masuk ke lingkungan kami,” kata Ketua RT 01, RW 11 Medan Satria, Kota Bekasi, Minggu 30 Agustus 2020.
Arif mengaku, penyemprotan ini menggunakan satu alat. Sedangkan, dana penyemproyan dilakukan secara swadaya masyarakat. “Kami gotong royong. Jangan sampai pandemi Covid-19, membuat lupa adanya ancaman DBD yang mematikan,” katanya. (dan)








