BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi berencana menertibkan bangunan liar yang berdiri di bantaran Kali Bekasi sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS). Langkah ini dinilai penting untuk mengembalikan fungsi sungai sesuai peruntukannya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto, menjelaskan bahwa lebar ideal Kali Bekasi seharusnya mencapai 60 meter. Namun kondisi di lapangan menunjukkan adanya penyempitan signifikan, terutama setelah Bendungan Kali Bekasi, yang kini hanya tersisa sekitar 30 meter.
Baca juga: BPBD Catat Ada 16 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Terendam Banjir
Menurut Idi, penyempitan tersebut disebabkan oleh banyaknya bangunan liar yang berdiri di sepanjang jalur DAS Kali Bekasi. Keberadaan bangunan itu menghambat aliran air dan berkontribusi terhadap tingginya risiko banjir saat debit sungai meningkat.
Ia mengakui bahwa proses penertiban bukan tanpa kendala. Selama ini, upaya penataan kerap menemui jalan terjal karena adanya penolakan dari penghuni bangunan yang berada di bantaran sungai.
Baca juga: Tanggul Sungai Citarum Jebol, Ribuan Warga Muara Gembong Terendam Banjir
“Memang tidak mudah karena selalu ada penolakan, tetapi penertiban ini tetap harus dilakukan demi kepentingan yang lebih besar, terutama untuk penanganan banjir,” ujar Idi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Ashari, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap bangunan liar yang akan ditertibkan. Proses administrasi juga telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ashari menambahkan, pemerintah telah melayangkan Surat Peringatan pertama hingga ketiga kepada pemilik bangunan, termasuk perintah pembongkaran secara mandiri. Namun hingga kini, masih ada sejumlah pemilik bangunan yang memilih bertahan.
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan penertiban akan tetap dilanjutkan secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan persuasif, guna mengurangi dampak sosial sekaligus mengoptimalkan fungsi Kali Bekasi sebagai saluran utama pengendali banjir. (dan)







