BEKASI – Ribuan guru dari tingkat TK, SD, hingga SMP negeri di Kota Bekasi kini menghadapi beban kerja yang lebih tinggi dari biasanya. Kekurangan tenaga pengajar di wilayah ini mencapai sekitar 2.500 orang, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan cara guru bekerja melebihi jam standar.
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Wijayanti, menyampaikan bahwa jam mengajar guru mengalami peningkatan signifikan. Beberapa guru yang seharusnya mengajar antara 24 hingga 36 jam per minggu kini harus mengajar hingga 40 jam.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Selasa 13 Januari, Bekasi Diguyur Hujan Ringan
Menurut Wijayanti, kekosongan guru sebagian besar dipicu oleh pensiunnya tenaga pengajar. Pada tahun 2024, tercatat sekitar 280 guru dan kepala sekolah telah purnabakti, dan jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 300 orang hingga tahun 2027.
Baca juga: Segini Total Kejadian Kebakaran di Bekasi di Tahun 2025
Sebagai langkah solusi, Dinas Pendidikan Kota Bekasi tengah menyusun skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Langkah ini diharapkan dapat menambah jumlah tenaga pengajar dan mengurangi beban kerja guru yang ada saat ini.
Wijayanti menegaskan, penambahan guru melalui PPPK paruh waktu menjadi salah satu upaya untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga meski terjadi kekurangan tenaga pengajar. (dan)








