BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi meningkatkan kewaspadaan menyusul temuan puluhan kasus varian influenza Subclade K atau yang dikenal sebagai Super Flu di sejumlah wilayah Indonesia. Langkah antisipasi dilakukan meski hingga kini belum ditemukan kasus di wilayah Kabupaten Bekasi.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sejak Agustus 2025 tercatat 62 kasus varian influenza Subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Jumlah terbanyak dilaporkan berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyebaran antardaerah.
Baca juga: Pinjol dan Judi Online Picu Lonjakan Perceraian di Bekasi
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan bahwa hasil pemantauan Dinas Kesehatan menunjukkan Kabupaten Bekasi masih dalam kondisi aman. Kendati demikian, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Kesehatan terus diperkuat sebagai langkah pencegahan dini.
Asep menjelaskan, Dinas Kesehatan telah diinstruksikan untuk melakukan pemantauan intensif di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan terhadap pasien bergejala influenza, termasuk pengambilan sampel, dilakukan untuk mendeteksi potensi penularan sejak dini.
Baca juga: Segini Total Kejadian Kebakaran di Bekasi di Tahun 2025
Selain pengawasan di fasilitas kesehatan, pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit, terutama di tengah perubahan cuaca atau musim pancaroba yang rawan menurunkan daya tahan tubuh.
Ia menekankan agar masyarakat menerapkan langkah pencegahan sederhana, seperti menjaga kebersihan dan menggunakan masker, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan atau berada di tempat dengan kerumunan. (dan)








