BEKASI — PT Pertamina EP akan mengelola secara mandiri Sumur Gas Jatinegara yang berlokasi di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, mulai awal 2026. Kebijakan ini diambil setelah kerja sama operasi yang sebelumnya melibatkan PT Migas Kota Bekasi (Perseroda) dan Foster Oil Energi Pte Ltd tidak dilanjutkan.
Sebagai pemegang Wilayah Kerja Migas Jatinegara periode 2005–2035, Pertamina EP menjalankan pengelolaan lapangan tersebut di bawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Pengelolaan mandiri ini sejalan dengan kebijakan perusahaan dalam optimalisasi produksi dan peningkatan kontribusi sektor hulu migas.
Baca juga: Banjir di Bekasi Bikin Warga Panik
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan Pemerintah Kota Bekasi menghormati keputusan Pertamina EP sebagai pemegang wilayah kerja. Namun, ia menegaskan pentingnya keberlanjutan manfaat bagi daerah penghasil migas, baik dari sisi pendapatan maupun dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Tri juga menekankan peran aktif pemerintah daerah selama ini dalam mendukung operasional Sumur Gas Jatinegara, terutama terkait perizinan dan pengelolaan aspek sosial di kawasan permukiman. Ia berharap aktivitas produksi tetap berjalan aman dan memberikan kontribusi positif bagi Kota Bekasi.
Baca juga: Nyawa Lansia di Bekasi Tak Tertolong Usai Terseret Banjir
Direktur Utama PT Migas Kota Bekasi, Apung Widadi, menyebut keputusan pengelolaan mandiri tersebut merupakan kewenangan pemegang wilayah kerja dan bagian dari dinamika kebijakan pengelolaan energi nasional. Ia menjelaskan bahwa kerja sama sebelumnya telah melalui proses administratif, termasuk persetujuan perpanjangan pada 2024, namun belum sampai pada tahap penandatanganan perjanjian.
Meski demikian, Apung menegaskan hak daerah atas hasil produksi tetap harus dipenuhi. PT Migas Kota Bekasi akan terus mengupayakan pemenuhan hak tersebut melalui mekanisme dana bagi hasil serta peluang partisipasi daerah. Hingga kini, Pemerintah Kota Bekasi masih menerima kontribusi dari Lapangan Jatinegara, sementara perusahaan terus melakukan efisiensi dan membuka peluang usaha lain agar tetap berkelanjutan.








