BEKASI – Isu ketersediaan lapangan pekerjaan kembali menjadi topik utama dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Bekasi di wilayah Bekasi Utara. Aspirasi tersebut disampaikan langsung masyarakat kepada Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim.
Arif mengatakan, persoalan akses kerja di kawasan industri yang berdampingan dengan permukiman warga menjadi keluhan yang paling sering ia terima. Menurutnya, kebutuhan mendapatkan pekerjaan selalu menjadi perhatian utama setiap kali masa reses berlangsung.
Baca juga: DPRD Kota Bekasi Libatkan Kampus dalam Penyusunan Raperda
Ia menyebut pertanyaan terkait pencarian kerja hampir selalu mendominasi dialog antara warga dan anggota dewan. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap keberadaan industri di sekitar tempat tinggal mereka.
Sebagai wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan, Arif menegaskan komitmennya untuk mendorong perusahaan agar memprioritaskan tenaga kerja dari lingkungan terdekat. Ia menilai keberadaan sektor industri harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.
Baca juga: DPRD Kota Bekasi Ingatkan Penerapan TKA pada SPMB 2026
Arif juga mencatat adanya perkembangan positif dalam penyerapan tenaga kerja di Bekasi Utara. Beberapa perusahaan dinilai telah menunjukkan komitmen dengan membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
Ia mencontohkan gudang Family Mart yang baru beroperasi namun sudah merekrut sejumlah warga setempat. Selain itu, PT PAS dan perusahaan lainnya juga disebut telah berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja lokal.
Menurutnya, transparansi dalam proses rekrutmen menjadi kunci agar kesempatan kerja dapat diakses secara adil dan terbuka. Dengan mekanisme yang jelas, potensi kecemburuan sosial dapat ditekan sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran.
Ke depan, DPRD Kota Bekasi berkomitmen untuk terus mengawasi kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal agar berjalan sesuai regulasi. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sinergi antara dunia industri dan masyarakat serta memastikan pertumbuhan ekonomi daerah dirasakan langsung oleh warga Bekasi Utara. (put)








