Para pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Kota Bekasi dinilai masih minim melaksanakan protokol kesehatan. Mereka menilai energinya kuat karena lebih sering bermain sampah.
“Mereka tidak peduli dengan ancaman Covid-19, sehingga penerapan protokol kesehatan masih minim sekali,” kata Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Bagong Suyoto, dalam keterangannya kepada wartawan.
Baca juga: Memanas, Pelaksanaan Musda KNPI Kubu Benny Disoal Kubu Gilang
Bagong mengaku, sejauh ini petugas kebersihan di TPST Bantargebang sudah menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, sejumlah sarana seperti tempat cuci tangan, hand sanitazer, dan pekerja sudah dilengkapi alat pelindung diri, seperti masker, sarung tangan, dan sepatu bot.
Dia mengakui, setiap hari para pemulung ini mempertaruhkan nyawanya demi sampah meski mengancam. Ditambah lagi, penyebaran Covid-19 yang sudah merebak hampir ke seluruh pelosok negeri.
Baca juga: Perayaan Malam Tahun Baru di Bekasi Dilarang
“Tapi sangat disayangkan, pemulung termasuk warga sekitar lokasi pembuangan sampah Bantargebang tidak mengindahkan aturan protokol kesehatan,” katanya.
Bukan itu saja, kata dia, awal penyebaran Covid-19 pada sekitar April 2020 lalu, para pemulung terkena dampaknya. Salah satunya, nilai jual barang rongsoknya jatuh. (dan)








