BEKASI – Penyaluran bantuan benih padi bagi petani terdampak banjir di Kabupaten Bekasi hingga kini dinilai belum merata. Sejumlah petani mengaku masih menunggu distribusi bantuan, sementara lahan pertanian mereka mengalami kerusakan akibat terendam banjir beberapa waktu lalu.
Samsudin, petani asal Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang, mengatakan sedikitnya 10 hektare sawah di wilayahnya terdampak banjir. Hingga saat ini, lahan garapannya masih tergenang air dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.
Baca juga: Kisruh Angkutan Kota, DPRD Bekasi Panggil Dishub
“Ada sekitar 10 hektare sawah yang terendam banjir di sini,” ujar Samsudin.
Menurutnya, kondisi lahan yang lebih rendah dan berada dekat anak sungai membuat air sulit surut. Ia juga mengaku belum menerima bantuan benih dari pemerintah daerah, berbeda dengan peristiwa banjir tahun sebelumnya ketika bantuan benih disalurkan untuk mengganti kerugian petani.
Baca juga: Peluang Kerja Dominasi Aspirasi Warga Saat Reses DPRD Kota Bekasi
“Petani di sini, terutama di perbatasan Tambelang-Sukawangi, juga perlu diperhatikan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, memastikan bahwa bantuan benih tetap disalurkan kepada petani terdampak, namun dilakukan secara bertahap sesuai pendataan.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, tercatat sekitar 1.031 petani terdampak banjir. Hingga saat ini, total bantuan benih yang telah disalurkan mencapai 12.775 kilogram.
“Bantuan benih ini kami salurkan secara bertahap dan seluruhnya sudah terpenuhi sesuai alokasi,” ujar Dodo.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat proses distribusi agar petani segera melakukan tanam ulang dan meminimalkan potensi kerugian yang lebih besar. (put)








